Selamat datang di blog sederhana saya, semoga tulisan singkat ini bermanfaat.
Di
dalam membentuk suatu jaringan, baik itu bersifat Local Area Network (LAN)
maupun Wide Area Network (WAN) kita membutuhkan media baik hardware maupun
software. Beberapa media hardware yang penting di dalam membangun suatu
jaringan adalah kabel atau perangkat Wi-Fi, Ethernet card, hub atau switch,
repeater, bridge atau router, Network Interface Card, dll.
Pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas 3 jenis hardware dari beberapa hardware yg sudah saya sebutkan di atas, diantaranya :
A.
Repeater
Repeater merupakan perangkat yang
berfungsi untuk menerima sinyal yang berisi data dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan repeater maka jangkauan
jaringan akan lebih luas. Repeater menerima sinyal dan kemudian memancarkan
kembali sinyal yang identik dengan sinyal asal, tetapi dengan cara yang berbeda.
Fungsi utamanya, yaitu untuk memperluas
jangkauan jaringan wifi, maka repeater ini sering juga disebut sebagai wifi
extender. Selain itu karena juga berfungsi sebagai penguat sinyal, maka
terkadang orang dan teknisi jaringan juga sering menyebut repeater
sebagai wifi booster. Jadi jika Anda menemui istilah tersebut di pasaran,
Anda tidak perlu bingung karena semuanya merujuk pada perangkat yang sama,
yaitu repeater. Repeater sendiri terdapat beberapa macam tipe, yaitu 1)
telephone repeater, 2) optical communications repeater, dan 3) radio repeater.
Masing-masing repeater memiliki fungsi spesifiknya tergantung peruntukkannya.
1) Dalam sistem komunikasi digital, repeater adalah perangkat yang menerima sinyal digital pada media transmisi elektromagnetik atau optik dan meregenerasi sinyal di sepanjang kaki media berikutnya. Dalam media elektromagnetik, repeater mengatasi atenuasi(melemahnya suatu sinyal) yang disebabkan oleh perbedaan medan elektromagnetik-bidang bebas atau kehilangan kabel. Serangkaian repeater memungkinkan perluasan sinyal di kejauhan. Repeater menghapus suara yang tidak diinginkan dalam sinyal yang masuk. Tidak seperti sinyal analog, sinyal digital asli, bahkan jika lemah atau terdistorsi, dapat dengan jelas dirasakan dan dipulihkan. Dengan transmisi analog, sinyal diperkuat dengan amplifier yang sayangnya juga memperkuat kebisingan serta informasi. Karena sinyal digital bergantung pada ada tidaknya tegangan, mereka cenderung menghilang lebih cepat daripada sinyal analog dan perlu lebih sering mengulangi. Sedangkan penguat sinyal analog ditempatkan pada interval 18.000 meter, pengulang sinyal digital biasanya ditempatkan pada interval 2.000 hingga 6.000 meter.
2) Dalam sistem komunikasi nirkabel,
repeater terdiri dari penerima radio, penguat, pemancar, isolator, dan dua
antena. Pemancar menghasilkan sinyal pada frekuensi yang berbeda dari sinyal
yang diterima. Ini disebut offset frekuensi diperlukan untuk mencegah sinyal
transmisi yang kuat dari menonaktifkan penerima. Dalam hal ini isolator
memberikan perlindungan tambahan. Repeater, ketika secara strategis terletak di
atas gedung tinggi atau gunung, dapat sangat meningkatkan kinerja jaringan
nirkabel dengan memungkinkan komunikasi jarak jauh lebih besar daripada yang
mungkin tanpa itu.
3) Pada satelit nirkabel, repeater (lebih
sering disebut transponder) menerima sinyal uplink dan mentransmisikannya
kembali, seringkali pada frekuensi yang berbeda, ke lokasi tujuan.
4) Dalam sistem telepon seluler, repeater
adalah salah satu dari sekelompok transceiver di area geografis yang secara
kolektif melayani pengguna sistem.
5) Dalam jaringan serat optik, repeater
terdiri dari fotosel, penguat, dan dioda pemancar cahaya (LED) atau dioda
pemancar inframerah (IRED) untuk setiap cahaya atau sinyal IR yang membutuhkan
amplifikasi. Repeater serat optik beroperasi pada tingkat daya jauh lebih
rendah daripada repeater nirkabel, dan juga jauh lebih sederhana dan lebih
murah. Namun, desain mereka membutuhkan perhatian khusus untuk memastikan
kebisingan sirkuit internal diminimalkan.
6) Repeater umumnya digunakan oleh
operator radio komersial dan amatir untuk
memperpanjang sinyal dalam rentang
frekuensi radio dari satu penerima ke penerima lainnya. Ini terdiri dari
repeater drop, mirip dengan sel di radio seluler, dan pengulang hub, yang
menerima dan mengirim kembali sinyal dari dan ke sejumlah arah.
7) Sebuah repeater bus menghubungkan satu
bus komputer ke bus di chasis komputer lain, pada dasarnya merantai satu
komputer ke komputer lainnya.
B.
Bridge
Bridge atau network bridge yang dalam
istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan
sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau
membuat segmen jaringan. Dalam jaringan telekomunikasi bridge mampu
menghubungkan sesama jaringan LAN (Local
Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk
mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge
akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing
segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data
yang diperlukan melalui jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree.
Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data
yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali
mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge
berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket
akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke
segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih
daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan
data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI,
bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi
yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan
router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada
lapisan fisik.
Sebuah jembatan kadang-kadang digabungkan
dengan router dalam produk yang disebut Brouter (suatu alat penghubung jaringan
yang mengkombinasikan fungsi Router dan Bridge).
Secara umum, bridge adalah alat yang
berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah
satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan
meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat
dijabarkan dalam beberapa poin berikut :
1. Sebagai Penghubung Dua Jaringan di
Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah
universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih
ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan
menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat
dengan menggunakan kabel koaksial.
2. Otonomi dari Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap
departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi,
workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan
lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan
bridge.
3. Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak
workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen
untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke
mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan
menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua
LAN yang dihubungkan dengan bridge.
C.
Network Interface
Card (NIC)
NIC (Network Interface Card) atau lebih
akrab dipanggil LAN Card merupakan perangkat keras jaringan yang berbentuk
seperti kartu ekspansi yang dipasang pada slot PCI di motherboard
komputer, dimana fungsi utamanya adalah menghubungkan dua atau lebih komputer /
perangkat komputer guna melakukan pertukaran data. LAN Card sendiri mempunyai
nama yang berbeda-beda atau sering disebut juga kartu jaringan, Network
Interface Card (NIC) dan Ethernet Card.
Perangkat ini dapat dihubungkan dengan
jaringan komputer menggunakan alamat MAC. Dengan adanya perangkat ini,
setiap komputer bisa terhubung dengan jaringan yang dimaksud. Bentuk LAN Card
yang sedemikian itu menjadikannya mirip seperti kartu kredit. Ada beberapa
tipe LAN Card yang banyak ditemui, misalnya PCMCIA Card yang dapat digunakan di
laptop.
Salah satu hal yang menarik dari LAN Card
adalah ada banyak cara untuk menghubungkan LAN Card ke komputer. Ada yang
dihubungkan melalui port PCI yang ada di dalam komputer, sementara ada pula
yang sudah ‘tertanam’ dalam motherboard komputer. Bagi pengguna laptop tak perlu
khawatir karena laptop generasi terbaru sudah dilengkapi oleh LAN Card yang
terintegrasi dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan komputer
kabel ataupun nirkabel.
Terkait dengan PCI Card yang ada di dalam
PC komputer, di dalamnya terdapat port Ethernet yang merupakan tempat dimana
pengguna menaruh kabel jaringan. Satu hal yang perlu dipahami adalah, LAN Card
yang kita gunakan menentukan protokol-protokol yang digunakan pada jaringan.
Agar dapat melakukan pertukaran data
antar komputer, kabel jaringan perlu dihubungkan dengan LAN Card atau Network
Interface Card alias NIC. Seperti yang telah disinggung sebelumnya,
perangkat ini memungkinkan dua komputer atau lebih tersambung
dengan suatu jaringan komputer seperti jaringan rumah atau Internet menggunakan
kabel LAN yang dilengkapi oleh konektor RJ-45. Popularitas dan murahnya harga
LAN Card merupakan alasan utama mengapa komputer dewasa ini seakan-akan wajib
menjadikan perangkat ini sebagai salah satu komponen utama yang harus terpasang
di motherboard.
Fungsi LAN Card :
1. Sebagai pengontrol aliran data antar host/komputer dalam suatu jaringan.
1. Sebagai pengontrol aliran data antar host/komputer dalam suatu jaringan.
2. Keberadaan LAN Card ‘dapat menyatukan’
semua komputer dalam satu jaringan tertentu. Di saat yang sama, LAN Card
bekerja dengan cara membukakan ‘pintu’ bagi semua komputer yang ingin
dihubungkan dengan jaringan tersebut.
3. Mempersiapkan data dari komputer agar dapat ditransfer/dikirimkan ke komputer lain agar berjalan melalui media penghubung.
4. Menerima data dari komputer melalui kabel dan diterjemahkan dalam bentuk bit yang dimengerti oleh komputer. LAN Card tak hanya dengan membukakan pintu bagi masing-masing komputer yang terhubung, tapi juga memberi jalan keluar atas aliran data antar komputer.
3. Mempersiapkan data dari komputer agar dapat ditransfer/dikirimkan ke komputer lain agar berjalan melalui media penghubung.
4. Menerima data dari komputer melalui kabel dan diterjemahkan dalam bentuk bit yang dimengerti oleh komputer. LAN Card tak hanya dengan membukakan pintu bagi masing-masing komputer yang terhubung, tapi juga memberi jalan keluar atas aliran data antar komputer.
Dua atau lebih komputer tidak akan dapat
terhubung satu sama lain jika tidak menggunakan perangkat jaringan, semisal LAN
Card. Perangkat keras ini menghubungkan tiap komputer ke jaringan dengan
menggunakan alamat MAC.
Sebuah LAN Card dapat berkomunikasi satu
sama lain dalam satu jaringan komputer jika dalam jaringan tersebut terdapat
switch atau jika ada dua atau lebih komputer. Jika komputer di jaringan Anda
ingin terhubung satu sama lain, maka komputer-komputer tersebut harus
dihubungkan ke sebuah router atau switch yang berada dalam jaringan yang
sama.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar