Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat
datang di blog sederhana saya, semoga tulisan singkat ini bermanfaat..
Bicara tentang Jaringan Komputer itu memang sangat
luas ilmu yang bisa kita pelajari. Dan pada kesempatan kali ini saya akan
sedikit berbagi mengenai macam-macam jaringan komputer berdasarkan topologi
jaringan.
Topologi Jaringan adalah suatu cara atau konsep untuk
menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan
yang saling terkoneksi. Topologi
jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini :
Topologi bintang
merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari
node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk
topologi jaringan dengan biaya menengah. (Yudianto, 2014)
Kelebihan
1 .
Kerusakan
pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran
tersebut dan station yang terpaut.
2 .
Tingkat
keamanan termasuk tinggi.
3 .
Tahan
terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
4 .
Penambahan
dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
5 .
Akses
Kontrol terpusat.
6 .
Kemudahan
deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
7 .
Paling
fleksibel.
Kekurangan
1 .
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka
seluruh rangkaian akan berhenti.
2 .
Boros
dalam pemakaian kabel.
3 .
HUB
jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
4 .
Peran
hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
5 .
Jaringan
tergantung pada terminal pusat.
6 .
Jika
menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan
lambat.
7 .
Biaya
jaringan lebih mahal
8 .
Gambar
susah.
Topologi cincin adalah topologi jaringan
berbentuk rangkaian titik yang masing-masing
terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai
repeater yang akan memperkuat sinyal
disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat
saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya
pada perangkat sesudahya, proses menerima dan meneruskan sinyal data
ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan
dengan data yang berasal dari komputer sumber,
token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh
titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang
diminta oleh node untuk kemudian kembali
berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil
membawa data menuju ke titik/node berikutnya. Proses ini akan terus berlangsung
hingga sinyal data mencapai tujuannya. (Yudianto, 2014)
Kelebihan
· Mudah untuk dirancang dan
diimplementasikan
· Memiliki performa yang lebih baik
ketimbang topologi bus, bahkan untuk
aliran data yang berat sekalipun.
· Mudah untuk melakukan konfigurasi
ulang dan instalasi perangkat baru.
· Mudah untuk melakukan pelacakan dan
pengisolasian kesalahan dalam jaringan
karena menggunakan konfigurasi point to point
· Hemat kabel
· Tidak akan terjadi tabrakan
pengiriman data (collision), karena pada satu waktu
hanya satu
Kelemahan
· Peka kesalahan, sehingga jika
terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan
terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan
cincin ganda (dual ring).
· Pengembangan jaringan lebih kaku,
karena memindahkan, menambah
dan mengubah perangkat jaringan dan
mempengaruhi keseluruhan
jaringan.
· Kinerja komunikasi dalam jaringan
sangat tergantung pada jumlah titik/node
yang terdapat pada jaringan.
· Lebih sulit untuk dikonfigurasi
ketimbang topologi bintang
· Dapat terjadi collision[dua paket
data tercampur]
· Diperlukan penanganan dan
pengelolaan khusus bandles
Topologi bus merupakan topologi yang
banyak digunakan pada masa penggunaan
kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung
network), maka komputer atau perangkat jaringan
lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk
mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan
benar-benar matching atau tidak.
Karena kalau
tidak sungguh-sungguh
diukur secara benar akan merusak NIC (network interface
card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Topologi ini juga sering
digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang
kemudian digabungkan dengan topologi star
untuk menghubungkan
dengan client atau node.) (Yudianto, 2014)
Ciri – ciri :
1. Teknologi lama, dihubungkan dengan
satu kabel dalam satu baris
2. Tidak membutuhkan peralatan aktif
untuk menghubungkan terminal/komputer
3. Sangat berpengaruh pada unjuk
kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa
digunakan oleh satu komputer
4. Kabel “cut” dan digunakan konektor
BNC tipe T
5. Diujung kabel dipasang 50 oh
6. Jika kabel putus maka komputer tidak
dapat berkomunikasi dengan komputer yang lain
7. Susah melakukan pelacakan masalah
8. Discontinue Support.
Topologi mesh adalah suatu bentuk
hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat
terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju
(dedicated links). Dengan
demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung
yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap
perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki
sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O
ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat
dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima)
komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat
berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi
sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1
= 4 port.
Dengan bentuk hubungan seperti itu,
topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
· Hubungan dedicated links menjamin
data langsung dikirimkan ke komputer
tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link
digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan
komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
· Memiliki sifat Robust, yaitu
Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer
A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan
tersebut tidak akan memengaruhi koneksi
komputer A dengan komputer lainnya.
· Privacy dan security pada topologi
mesh lebih terjamin, karena komunikasi
yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
· Memudahkan proses identifikasi
permasalahan pada saat terjadi kerusakan
koneksi antar komputer.
Meskipun demikian, topologi mesh
bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan
yang dapat dicatat yaitu:
· Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O.
semakin banyak komputer di dalam
topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan
kebutuhan kabel dan Port).
· Hal tersebut sekaligus juga
mengindikasikan bahwa topologi jenis ini *Karena setiap komputer harus
terkoneksi secara langsung dengan komputer
lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
· Banyaknya kabel yang digunakan juga
mengisyaratkan perlunya space yang
memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
· Berdasarkan kelebihan dan
kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan
pada komputer-komputer utama dimana masing-masing
komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid
network). (Yudianto, 2014)
Topologi
Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi
ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang
dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer
dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan
sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan
bertingkat. Topologi
ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang
lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah
dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan
pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan
simpul atau node. Pusat
atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data
yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih
dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada
gambar, data yang ada harus melewati node-3,
5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat
terbentuknya suatu
kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk
kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan,
serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih
tinggi kemudian tidak berfungsi,
maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja
jaringan pohon ini relatif menjadi lambat. (Yudianto, 2014)
Topologi linear biasa disebut dengan
topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel
utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung
yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah
penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval
Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung
bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet).
(Yudianto, 2014)
Pemasangan dari topologi bus beruntut ini
sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5 :
1. Penyambung
kabel BNC digunakan untuk penyambung
2. Penyambung komputer.
3. Penyambung
tabung BNC (BNC menyambung 2 kabel BNC.)
4. Penamat BNC
digunakan ntuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan
· hemat kabel
· tata letak kabel
sederhana
· mudah
dikembangkan
· tidak butuh
kendali pusat
· penambahan
maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi
yang berjalan
Kelemahan
· deteksi dan
isolasi kesalahan sangat kecil
· kepadatan lalu
lintas tinggi
· keamanan data
kurang terjamin
· kecepatan akan
menurun bila jumlah pemakai bertambah
· diperlukan
pengulang (repeater) untuk jarak jauh.
Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki
kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala
jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi-topologi ini sering kita temui
di kehidupan sehari-hari, namun kita tak menyadarinya.
Semoga artikel ini
bermanfaat . 👍👍





